Manado (man1kabgorontalo.sch.id) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo menggelar Diklat Pengembangan dan Pendidikan Karakter bagi Guru dan Tenaga Kependidikan bertema Artificial Intelligence for Content Creation (AICC) dan Fasilitator Pembelajaran Digital Menengah (FPDM). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aryaduta Manado. Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Dr. H. Kaswad Sartono, S.Ag., M.Ag., membuka kegiatan tersebut. Selasa (21/04/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo Masruljanto, Plt. Kepala Balai BLSDM Komdigi Arsyad, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gorontalo Iswad Abdullah Pakaya, Kasi Pendidikan Madrasah Munif Payuyu, para pengawas, serta fasilitator diklat.
Pada sambutannya, Kepala Madrasah, Marci A. Karim, menegaskan komitmen madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Ia juga memaparkan berbagai prestasi yang diraih siswa MAN 1 Kabupaten Gorontalo. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif guru dalam membimbing dan mengarahkan siswa. Oleh karena itu, ia menilai kegiatan ini penting untuk terus meningkatkan kompetensi guru agar mampu mendampingi siswa secara optimal di masa mendatang.
“Prestasi yang diraih siswa MAN 1 Kabupaten Gorontalo merupakan hasil kerja keras guru dalam membimbing dan mengarahkan mereka. Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin terus meningkatkan kompetensi guru agar semakin optimal dalam mendampingi siswa,” ujar Marci.
Selanjutnya, Plt. Kepala Balai BLSDM Komdigi, Arsyad, mengingatkan peserta agar menggunakan media sosial secara bijak. Ia menilai media sosial memberi banyak manfaat, tetapi juga membawa risiko jika pengguna mengabaikan etika. Oleh sebab itu, ia mengajak peserta menerapkan prinsip CABE (Cakap, Aman, Berbudaya, dan Etika) dalam aktivitas digital. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan ini.
Berikutnya, Dr. H. Kaswad Sartono menegaskan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan global. Ia juga mengajak peserta menjaga tradisi baik madrasah sekaligus menghadirkan inovasi baru yang bermanfaat. Selain itu, ia mendorong guru agar cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung proses pembelajaran.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama. Ia juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk memberikan layanan terbaik kepada umat.
Dengan demikian, MAN 1 Kabupaten Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga pendidik yang adaptif, inovatif, dan berkarakter di era digital. Yuli.