Limboto (man1kabgorontalo.sch.id) – Sebanyak 16 Murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor), terdiri atas 8 putra dan 8 putri, siap mengikuti Perkemahan Satuan Karya Pramuka Widya Budaya Bakti (Saka WBB) Tingkat Kwartir Cabang Kabupaten Gorontalo Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan Bongohulawa, 25–30 Agustus 2026.
Kontingen MAN 1 Kabgor membawa semangat untuk belajar dan mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan kepramukaan. Mereka juga siap mengikuti berbagai rangkaian kegiatan bersama peserta dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Gorontalo.
Sebelum berangkat ke lokasi, murid MAN 1 Kabgor menyiapkan berbagai kebutuhan perkemahan. Mereka membawa perlengkapan pribadi dan perlengkapan kelompok untuk menunjang aktivitas selama mengikuti kegiatan.
Selain menyiapkan perlengkapan, para murid juga mendapat arahan dari dua guru yang mendampingi mereka, Simin Poiyo dan Laura Limuel. Keduanya bertugas sebagai Pembina Dewan Ambalan MAN 1 Kabgor dan terus memberikan arahan agar murid mengikuti kegiatan dengan disiplin serta menjaga nama baik madrasah.
Sementara itu, kehadiran kontingen MAN 1 Kabgor semakin memperkenalkan Pangkalan MAN 1 Kabupaten Gorontalo melalui identitas Gudep 01-013/01-014 Wahid Hasyim dan Maria Ulfa. Identitas tersebut turut menjadi bagian dari semangat murid membawa nama madrasah dalam kegiatan kepramukaan tingkat Kabupaten Gorontalo.
Lebih dari sekadar mengikuti perkemahan, kegiatan Saka WBB memberi kesempatan kepada murid untuk belajar melalui pengalaman langsung. Di alam terbuka, mereka belajar mengatur kebutuhan sendiri, bekerja sama dengan anggota kelompok, dan menghadapi berbagai situasi secara mandiri.
Selain itu, interaksi dengan peserta dari berbagai sekolah dan madrasah dapat memperluas pengalaman serta melatih kemampuan murid dalam membangun komunikasi dan kebersamaan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter di luar ruang kelas.
Menanggapi keikutsertaan murid MAN 1 Kabgor, Kepala MAN 1 Kabupaten Gorontalo, Marci A. Karim, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan Pramuka memberikan ruang belajar yang berbeda bagi murid.
“Kami mendukung murid untuk aktif mengikuti kegiatan seperti Saka WBB. Perkemahan memberikan pengalaman yang tidak selalu mereka dapatkan di dalam kelas. Mereka belajar mandiri, disiplin, bekerja sama, dan bertanggung jawab,” ujar Marci A. Karim.
Karena itu, ia berharap murid dapat memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan dengan sebaik-baiknya. Ia juga mengingatkan murid untuk tetap menjaga sikap dan nama baik madrasah selama berada di lokasi perkemahan.
“Ikuti seluruh kegiatan dengan sungguh-sungguh. Jaga nama baik MAN 1 Kabgor dan bangun kebersamaan dengan peserta lainnya. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan berkarakter,” pesannya.
Sejalan dengan itu, Simin Poiyo dan Laura Limuel terus mendampingi murid selama mengikuti kegiatan. Pendampingan tersebut membantu murid menjalankan aktivitas dengan tertib sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk belajar bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan kelompok.
Dengan semangat kebersamaan dan kesiapan yang telah mereka bangun, murid MAN 1 Kabgor siap menjadikan Perkemahan Saka WBB 2026 sebagai pengalaman berharga. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya membawa nama madrasah, tetapi juga membawa semangat untuk tumbuh menjadi generasi yang mandiri, disiplin, tangguh, dan mampu bekerja sama. (Yuli)
