man 1 kabupaten gorontalo

MAN 1 Kabgor Tunjukkan Semangat Lomba Tari Dana-Dana SWBB 2026

Limboto (man1kabgorontalo.sch.id) – Semangat kontingen Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo terus terlihat dalam rangkaian Perkemahan Satuan Karya Widya Budaya Bakti (SWBB) Tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2026. Kamis malam (27/08/2026), empat murid MAN 1 Kabgor tampil dalam lomba Tari Dana-Dana di Bumi Perkemahan Bongohulawa.

Tim MAN 1 Kabgor menampilkan Tari Dana-Dana dengan formasi dua murid putra dan dua murid putri. Mereka yaitu Tri Cintia Sari, Miftahul Jannah Umar, Moh Fajar Saputra Pangaila, dan Taufiurrahman Ibrahim. Keempatnya tampil membawa semangat untuk menunjukkan kemampuan seni sekaligus memperkenalkan budaya daerah.

Lomba Tari Dana-Dana berlangsung mulai malam ketiga perkemahan. Panitia mengatur penampilan peserta dari delapan gugus depan (Gudep) secara berurutan sesuai nomor lomba. Panitia juga telah melakukan pengundian nomor urut sejak registrasi awal.

Hasil undian menempatkan Gudep MAN 1 Kabupaten Gorontalo pada nomor urut 15. Karena itu, Cintia, Mita, Fajar, dan Taufik tampil pada urutan ke-15 dalam perlombaan.

Persiapan matang mengiringi penampilan mereka. Pembina pendamping, Laura Limuel, mengatakan tim MAN 1 Kabgor tidak hanya berlatih gerakan tari. Mereka juga mempersiapkan mental dan properti untuk mendukung penampilan.

“Kami mempersiapkan semuanya dengan matang, mulai dari mental, latihan, sampai properti. Detail kecil seperti kopiah karanji dan bando untuk perempuan juga kami siapkan,” ujar Laura.

Menurut Laura, setiap properti yang digunakan memiliki pesan tersendiri. Tim ingin menghadirkan penampilan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membawa identitas budaya Gorontalo.

“Detail kecil yang ditambahkan ini justru memiliki makna besar, yaitu anak muda yang bangga mengangkat budaya daerahnya sendiri,” lanjutnya.

Tari Dana-Dana memiliki makna sebagai tarian penyambutan untuk tamu. Karena itu, penampilan empat murid MAN 1 Kabgor tidak hanya menjadi bagian dari perlombaan. Mereka juga membawa pesan tentang pentingnya mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerah.

Melalui penampilan tersebut, Cintia, Mita, Fajar, dan Taufik menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan bakat seni. Mereka juga mendapatkan pengalaman tampil di hadapan peserta dari berbagai gugus depan.

Penampilan Tari Dana-Dana menjadi salah satu warna dalam perjalanan kontingen MAN 1 Kabupaten Gorontalo mengikuti Perkemahan SWBB 2026. Setelah mengikuti berbagai kegiatan, para murid terus menunjukkan semangat untuk belajar, berkarya, dan membawa nama baik madrasah.

Keterlibatan murid dalam seni dan budaya juga menjadi bagian dari upaya MAN 1 Kabgor mendorong generasi muda untuk mengenal budaya daerahnya. Semangat Pramuka dan kecintaan terhadap budaya pun bertemu dalam satu panggung pada malam ketiga Perkemahan SWBB 2026. (Yuli)