Limboto (man1kabgorontalo.sch.id) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo mulai mempersiapkan kegiatan bonding organisasi sebagai salah satu tahapan menuju penentuan calon pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koalisi yang berlangsung di ruang perpustakaan MAN 1 Kabupaten Gorontalo. Jumat (28/08/2026).
Rapat dihadiri panitia kegiatan Metamorfosis Ekskul OSIS. Pembahasan berfokus pada konsep, mekanisme, serta tahapan kegiatan bonding yang akan melibatkan murid dari berbagai organisasi di madrasah.
Kegiatan bonding akan diikuti oleh seluruh murid yang tergabung dalam 12 organisasi. Para peserta kemudian dibagi ke dalam 4 koalisi. Pembagian ini menjadi ruang bagi murid dari berbagai organisasi untuk saling mengenal, membangun komunikasi, memperkuat kekompakan, serta belajar bekerja sama dalam satu tim.
Rangkaian kegiatan akan memuat kegiatan keakraban, orientasi dasar, dan pembekalan internal anggota organisasi. Setiap koalisi akan mengikuti proses yang dirancang untuk membangun kebersamaan sekaligus memberikan kesempatan kepada murid untuk menunjukkan potensi dan karakter kepemimpinannya.
Ketua Panitia Metamorfosis Ekskul OSIS, Siskawati Amrin, mengatakan bahwa kegiatan bonding menjadi bagian penting sebelum koalisi menentukan calon paslon OSIS.
“Bonding ini bukan sekadar kegiatan untuk membangun keakraban, tetapi juga menjadi proses bagi kami untuk melihat bagaimana murid bekerja sama, berkomunikasi, mengambil peran, dan menunjukkan tanggung jawab dalam kelompok. Dari proses inilah nantinya koalisi dapat mempertimbangkan calon pemimpin yang tepat,” ujar Siskawati.
Dalam rapat tersebut, panitia juga menyepakati beberapa tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rentang waktu dua pekan. Setiap tahapan akan menjadi bagian dari proses pengenalan dan pengamatan terhadap peserta sebelum koalisi menentukan calon paslon OSIS.
Siskawati menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan diarahkan agar setiap murid memiliki kesempatan yang sama untuk berinteraksi dan menunjukkan kemampuannya.
“Kami ingin memberikan ruang yang adil kepada semua peserta. Karena itu, prosesnya akan dilakukan bertahap selama dua pekan. Harapannya, dari seluruh rangkaian kegiatan ini dapat terlihat karakter, potensi, dan kemampuan kepemimpinan masing-masing murid,” tambahnya.
Pembina dan panitia akan memperhatikan sejumlah aspek selama kegiatan, di antaranya kemampuan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, kedisiplinan, inisiatif, kemampuan mengambil keputusan, serta kepedulian terhadap anggota kelompok.
Melalui kegiatan bonding ini, proses penentuan calon paslon OSIS diharapkan tidak hanya mempertimbangkan popularitas, tetapi juga karakter dan kemampuan kepemimpinan yang terlihat melalui proses kegiatan secara langsung.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun regenerasi kepemimpinan OSIS MAN 1 Kabupaten Gorontalo yang lebih kolaboratif, objektif, dan memberikan kesempatan kepada murid untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. (Yuli)
