man 1 kabupaten gorontalo

Guru MAN 1 Kabgor Perkuat Ko-Kurikuler Bersama Widyaiswara Manado

Limboto (man1kabgor.sch.id) – Guru MAN 1 Kabupaten Gorontalo bersama perwakilan guru Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN 1 Kabupaten Gorontalo memperkuat pelaksanaan ko-kurikuler melalui pendampingan Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Manado, Dr. Muhammad Anwar, S.Pd., M.Pd. Kegiatan berlangsung di Aula Workshop Keterampilan Terpadu MAN 1 Kabupaten Gorontalo. Jumat (21/8/2026).

Pendampingan ini merupakan tindak lanjut dari diklat yang sebelumnya berlangsung di Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo. Setelah mengikuti diklat, guru mulai menerapkan materi dalam kegiatan ko-kurikuler di madrasah. Pada kesempatan ini, guru membawa hasil praktik tersebut untuk mendapat penguatan dari Widyaiswara.

Guru MAN 1 Kabupaten Gorontalo mempresentasikan modul perencanaan kegiatan ko-kurikuler yang mereka susun. Presentasi tersebut memuat rancangan kegiatan, tujuan, langkah pelaksanaan, serta bentuk kegiatan yang sudah guru terapkan di madrasah.

Dr. Muhammad Anwar menyimak presentasi guru dan memberikan masukan terhadap modul tersebut. Ia mengarahkan guru agar menyusun kegiatan ko-kurikuler secara lebih terarah serta memastikan setiap kegiatan memiliki tujuan dan keterkaitan yang jelas dengan kebutuhan murid.

Kepala MAN 1 Kabupaten Gorontalo, Marci A. Karim, S.Pd.I., M.Pd., mengapresiasi pendampingan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membantu guru menghubungkan materi diklat dengan praktik nyata di madrasah.

“Pendampingan ini sangat penting karena guru tidak berhenti pada materi yang mereka terima saat diklat. Guru langsung menerapkannya dalam kegiatan di madrasah, kemudian mendapatkan masukan untuk menyempurnakan pelaksanaannya,” ujar Marci A. Karim.

Dalam kesempatan tersebut, Marci A. Karim juga berharap guru terus mengembangkan kegiatan ko-kurikuler sesuai dengan kebutuhan dan potensi murid. Kegiatan tersebut diharapkan memberi ruang kepada murid untuk menerapkan pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan membangun karakter melalui pengalaman nyata.

“Kami ingin kegiatan ko-kurikuler memiliki perencanaan yang jelas dan memberi pengalaman belajar yang bermakna bagi murid. Masukan dari Widyaiswara menjadi bahan bagi guru untuk terus melakukan perbaikan,” tambahnya.

Pendampingan juga menjadi ruang bagi guru dan perwakilan KKM untuk merefleksikan kegiatan yang sudah berjalan. Guru dapat mendiskusikan kendala, mengevaluasi pelaksanaan, dan menyusun perbaikan untuk kegiatan berikutnya.

Melalui pendampingan ini, MAN 1 Kabupaten Gorontalo terus mendorong guru untuk memperkuat kegiatan ko-kurikuler melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang terarah, dan evaluasi yang berkelanjutan. (Yuli)