Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo Rommy Bau saat menggelar rapat virtual bersama orang tua peserta didik.

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) – Isu pembelajaran tatap muka di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) yang dikabarkan akan dimulai Senin tanggal 14 September 2020) kemarin, akhirnya ditunda. Penundaan itu berdasar pada hasil koordinasi antara pihak madrasah dengan para pemangku kebijakan pendidikan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gorontalo.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Madrasah Rommy Bau pun segera memberikan penjelasan kepada para orang tua peserta didik melalui rapat virtual yang digelar Rabu (16/09/2020), termasuk didalamnya alasan-alasan pembelajaran tatap muka yang masih tertunda.

“Pembelajaran tatap muka ini tetap akan dilaksanakan, tetapi belum sekarang, karena kita mesti melihat kondisi dan data perkembangan covid di daerah, khususnya lokasi dimana peserta didik tinggal. Hal ini dilakukan untuk menjaga terjadinya pembentukan cluster baru di madrasah. Lokasi MAN 1 Kab. Gorontalo bisa saja masuk zona hijau atau kuning, namun warga madrasah yang berasal dari zona yang beresiko sedang dan tinggi, minimalnya dapat dibatasi,” jelas Rommy.

Melalui rapat itu pula, Kepala Madrasah meminta para orang tua agar dapat berkomitmen mendukung kebijakan madrasah dengan memberikan pernyataan persetujuan orang tua untuk pembelajaran tatap muka, dan mengisi instrument survey tatap muka yang akan dibagikan oleh tim IT. Hasil survey dan surat peryataan orang tua itu akan dijadikan pertimbangan madrasah dalam memutuskan pembelajaran tatap muka nantinya.

“Instrumen persetujuan itu nanti ada dua jenis, yaitu menggunakan materai berupa surat pernyataan, dan ada pula lewat survey melalui form online. Selanjutnya pernyataan kesiapan orang tua tersebut akan jadi salah satu dokumen persyaratan pengajuan membuka kembali aktivitas belajar di madrasah ini,” terang Rommy lagi.

Menutup penyampainnya, Rommy berharap meskipun pembelajaran tatap muka ditunda, para orang tua tetap menjaga anak-anaknya agar tetap sehat, yaitu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada, serta memantau pembelajaran daring putra putrinya. (Yuli-Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan