Peserta Detoksifikasi Diri dengan Al-Qur’an yang mencapai target menerima reward paket al-Qur’an dari Rumah Qur’an PPA Ar Rahman Gorontalo.

 

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) – Berhasil khatamkan Qur’an 30 juz dalam sepekan pada kegiatan detoksifikasi diri bersama Al-Qur’an yang digelar bebrapa pekan lalu, tinggalkan kesan mendalam bagi pesertanya yang merupakan siswa siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor). Pasalnya, kegiatan itu memberikan efek ketagihan membaca ayat-ayat suci Allah kepada sebagian besar pesertanya.

Kegiatan yang telah ditutup oleh Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo Rommy Bau itupun berlangsung penuh haru dan bangga karena lebih dari 70% peserta mampu mencapai target selesaikan 30 juz. Sedangkan peserta yang belum memenuhi target tetap ikuti penutupan dan melanjutkan tilawahnya dibawah bimbingan pembina tahfidz walaupun kegiatan itu telah berakhir.

Kepala Madrasah Rommy saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (31/08/2020) terkait kegiatan tersebut menyampaikan, ditutupnya kegiatan detoksifikasi diri dengan Al-Qur’an merupakan tanda awal dimulainya kebiasaan baru yakni melakukan tilawah setiap hari sampai akhir hayat. Rommy juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang turut terlibat mensukseskan kegiatan tersebut, khususnya Direktur Pendidikan Abulyatama Indonesia, Ustadz dan ustadzah rumah Qur’an PPA Ar-Rahman Gorontalo.

“Kegiatan ini telah ditutup, namun ini sebagai pertanda bahwa anak-anak kami mulai membiasakan dirinya membaca al-Qur’an. Sebab, dengan tilawah yang setiap hurufnya ada kebaikan, maka Insya Allah kebaikan itulah yang akan menyelamatkan mereka dan orang tuanya di dunia dan akhirat. Olehnya, saya berharap aktivitas ini dapat diamalkan terus menerus sampai ajal menjemput,” tutur Rommy.

Terkait dengan kegiatan itu pula, salah satu peserta Nabila Isra Une mengatakan, melalui kegiatan tersebut ia bersama rekan-rekannya merasakan nuansa hati yang menyejukkan selama melafadzkan ayat-ayat Allah, menambah keimanan serta memperkaya khasanah keilmuan dimiliki mereka, sehingga menjadikan al-Qur’an sebagai sahabatnya disetiap waktu.

“Alhamdulillah dengan wasilah kegiatan ini, menambah khasanah ilmu bagi saya dan teman-teman untuk terus meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, serta membiasakan diri mengisi waktu luang terutama sebelum dan sesudah sholat dengan tilawah, sehingga kita merasa terus berduaan dengan Al-Qur’an. Saya pun berharap kegiatan ini dapat berlanjut dan menjadi agenda rutin madrasah kedepan,” kata Nabila Isra. (Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan