Limboto (man1kabgorontalo.sch.id)– Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo turut berpartisipasi dalam kegiatan Pawai Hijratul Rasul dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang diselenggarakan di kawasan Rumah Adat Bandhayo Poboide, Limboto, Selasa (16/06/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Gorontalo, Wakil Bupati Gorontalo, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, TNI/Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Pada kegiatan tersebut, MAN 1 Kabupaten Gorontalo mengutus 20 siswa yang terdiri atas 10 putra dan 10 putri serta didampingi oleh guru pendamping. Keikutsertaan siswa merupakan tindak lanjut dari surat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo tentang permohonan menghadirkan peserta pada kegiatan Pawai Hijratul Rasul Peringatan 1 Muharam 1448 H.
Pawai Hijratul Rasul berlangsung meriah dengan melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan serta elemen masyarakat. MAN 1 Kabupaten Gorontalo hadir sebagai salah satu perwakilan madrasah aliyah yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dengan mengenakan busana muslim dan membawa identitas madrasah, para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap syiar Islam sekaligus mempererat silaturahmi antar peserta.
Salah satu guru pendamping, Atik Maratus Sholihah, menyampaikan bahwa keikutsertaan siswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah menanamkan nilai-nilai keislaman dan semangat hijrah kepada peserta didik.
“Peringatan Tahun Baru Islam menjadi momentum yang tepat untuk mengajak siswa memahami makna hijrah sebagai perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Kami berharap melalui kegiatan ini siswa dapat meneladani semangat perjuangan Rasulullah SAW serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui partisipasi dalam Pawai Hijratul Rasul 1448 H, MAN 1 Kabupaten Gorontalo berharap semangat hijrah tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kualitas akhlak, ibadah, dan prestasi. (Yuli)
