Limboto (man1kabgorontalo.sch.id) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat di halaman madrasah, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah salat Dhuha dan diikuti oleh seluruh murid serta keluarga besar MAN 1 Kabupaten Gorontalo.
Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi keluarga besar MAN 1 Kabupaten Gorontalo untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan berlangsung dalam suasana sederhana, tetapi tetap sarat dengan nilai keagamaan dan pesan keteladanan.
Rangkaian kegiatan diisi dengan sholawat yang dilantunkan bersama oleh para murid. Suasana semakin khidmat saat Ustaz Abdillah Hasan menyampaikan ceramah tentang Rasulullah SAW serta pentingnya menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Kabupaten Gorontalo, Marci A. Karim menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai sebuah perayaan. Lebih dari itu, Maulid menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana setiap pribadi mampu meneladani Rasulullah dalam kehidupan.
“Peringatan Maulid Nabi bukan tentang seberapa meriah kita merayakannya. Yang paling penting adalah bagaimana kecintaan kita kepada Rasulullah dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam perkataan, sikap, maupun perbuatan,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh murid untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai pengingat agar terus memperbaiki diri dan menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan di madrasah maupun di tengah masyarakat.
Keteladanan tersebut dapat diwujudkan melalui sikap jujur, santun, disiplin, bertanggung jawab, menghormati orang lain, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya diwujudkan melalui sholawat dan peringatan Maulid, tetapi juga melalui perilaku nyata.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN 1 Kabupaten Gorontalo pun menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan nilai-nilai keislaman dalam diri murid. Kesederhanaan kegiatan tidak mengurangi makna yang terkandung di dalamnya, karena hakikat kecintaan kepada Rasulullah tercermin dari kemauan untuk mengikuti ajaran dan meneladani akhlaknya.
Melalui momentum tersebut, MAN 1 Kabupaten Gorontalo berharap semangat mencintai dan meneladani Rasulullah SAW terus tumbuh dalam kehidupan seluruh keluarga besar madrasah. (Yuli)
