Saat Homeschooling, Peserta Didik MAN 1 Kabgor Jalani Ujian Tahfid

...
Salah seorang peserta didik MAN 1 Kab. Gorontalo saat melaksanakan ujian tahfidz Qur’an, dibantu oleh orangtuanya

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) – Program unggulan Tahfidz Qur’an Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) tetap berlangsung, walaupun peserta didik sedang melaksanakan homeschooling. Dan kali ini kegiatan tahfidz tersebut sudah memasuki tahap ujian. Namun bedanya kali ini ujian tersebut dilakukan dirumah dibantu oleh orang tua dan dilaporkan secara daring kepada pembina tahfidz untuk kemudian akan dilaporkan ke Kepala Madrasah melalui grup whatssapp madrasah.

Saat dikonfirmasi tim humas via whatssapp, Jum’at (03/04/2020) Pembina Tahfidz MAN 1 Kab. Gorontalo Atik menjelaskan, agenda rutin berupa kegiatan tahfidz tetap dilaksanakan selama peserta didik berada di rumah. Begitu pula dengan sholat dhuha yang sering dilakukan pagi hari sebelum memulai pembelajaran. Tujuannya tentunya adalah untuk membentuk dan menanamkan jiwa Qur’ani bagi peserta didik MAN 1 Kab. Gorontalo.

“Sengaja program ini tetap dijalankan, yakni  untuk membentuk dan menanamkan jiwa Qur’ani bagi peserta didik selama melaksanakan homeschooling. Saya juga sementara menunggu laporan dokumentasi maupun video daring dari para peserta didik yang sementara melakukan ujian tahfidz hari ini. Yang memantau secara langsung kami percayakan  kepada para orang tua, namun juga kami ikut memantaunya melalui aplikasi online,” ujar Atik.

“Ternyata, hikmah terbesar saat ini adalah mempererat hubungan orangtua dan anak, sekaligus juga meningkatkan kerjasama dan koordinasi antara orang tua dengan pihak madrasah dalam mengontrol perkembangan pendidikan dari peserta didik,” tambahnya lagi.

Sementara terkait kegiatan tersebut, Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo Rommy Bau juga memberikan dukungan untuk pembina tahfidz serta orang tua yang senantiasa membimbing anaknya ditengah kesibukan aktivitas pekerjaannya. Rommy berharap dari kegiatan tersebut, dapat memotivasi peserta didik agar lebih giat lagi menghafal dan mencintai Al-Qur’an, serta mengamalkan ayat-ayat yang terkandung didalamnya.

“Alhamdulillah program tahfidz ini tetap terlaksana selama homeschooling, dan ini sangat baik untuk memotivasi bukan saja kepada peserta didik, tetapi juga para orang tua agar dapat mengajak anaknya untuk aktif membaca dan menghafal ayat-ayat Allah, sehingga dari sini kita berharap akan tumbuh generasi muda pecinta Al-Qur’an,” tukas Rommy. (Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan