Persiapan UAMBN-BK, 93 Siswa Kelas XII MAN 1 Kabgor Ikut Simulasi Ujian

Rabu 12 Februari 2020

...

Pelaksanaan simulasi UAMBN-BK mata pelajaran Qur’an Hadits oleh kelas XII IPA 2 MAN 1 Kab. Gorontalo di laboratorium komputer

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) – Guna menghadapi UAMBN-BK (Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer) tahun 2020, peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kab. Gorontalo, Selasa (11/02/2020) mengikuti simulasi ujian, bertempat di laboratorium madrasah.

Mengenai hal itu, Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kurikulum Ulfa Pango menerangkan, simulasi yang berlangsung sejak tanggal 11 s.d 12 Februari 2020 itu wajib diikuti ke-93 peserta didik. Walaupun saat itu bertepatan pula dengan pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT).

Simulasi ini merupakan rangkaian dari kegiatan untuk mengkondisikan kesiapan peserta didik secara teknis dalam menghadapi pelaksanaan UAMBN-BK. Bertepatan pula saat ini ada pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT), namun pelaksanaan simulasi ini tidak mengganggu jalannya PAT,” terang Ulfa.

“Dalam sehari terdapat dua mata pelajaran berbeda yang disimulasikan, dan terdiri dari tiga sesi. Setiap sesinya diikuti oleh 31 orang. Sambil menunggu giliran sesinya, mereka mengikuti ujian PAT terlebih dahulu, setelah itu mengikuti simulasi sehingga kedua-duanya dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya lebih lanjut.

Hal lain diungkapkan Proktor UAMBN-BK MAN 1 Kab. Gorontalo Agus Husain, bahwa pelaksanaan simulasi tersebut bukan untuk memperdalam penguasaan materi dari para peserta didik, akan tetapi untuk membiasakan peserta didik dalam mengerjakan soal menggunakan media komputer.

“Ini dilakukan agar siswa siswi kelas XII MAN 1 Kab. Gorontalo lebih menguasai pengoperasian komputer yang akan digunakan sebagai media mengerjakan soal-soal ujian,” ungkap Agus.

Agus Husain juga mengingatkan kepada para pengambil kebijakan di madrasah tentang beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan simulasi, diantaranya menurutnya adalah infrastruktur dan jaringan madrasah yang haruslah tersedia dan dapat dipastikan berfungsi dengan baik. Selanjutnya adalah kesiapan proktor, teknisi dan petugas lain dalam memahami prosedur penggunaan UAMBN-BK. (La-Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan