Pendidik MAN 1 Kab. Gorontalo Darma Lumani saat mengikuti Bimbingan Teknis Implementasi KMA 183 dan 184 serta teknis pengoperasian e-learning madrasah.

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) – Menindaklanjuti terbitnya KMA 183 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Arab, serta KMA 184 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah, yang mulai diberlakukan sejak awal semester ganjil tahun ajaran 2020/2021, maka Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) mengutus seorang pendidiknya mengikuti kegiatan Bimbingan teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Bimtek Implementasi KMA 183 dan KMA 184 tersebut, diikuti oleh para guru Qur’an Hadits dari zona Indonesia Tengah serta Timur,  dan akan dibekali dengan teknis pengoperasian dan desain perencanaan pembelajaran menggunakan e-learning madrasah khusus untuk pembelajaran Qur’an dan hadits selama 2 (dua) hari.

Ditemui awak humas di ruang dewan guru saat mengikuti kegiatan, Senin (05/10/2020) Darma Lumani menjelaskan, bimtek tersebut diperuntukkan khusus bagi pendidik Agama Islam, namun pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap, dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik, tentang moderasi beragama secara kompleks yang berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.

“Jadi, setiap guru pengajar Agama Islam akan diberikan pembimbingan terkait KMA tersebut, dan untuk saat ini baru dilaksanakan untuk mata pelajaran Qur’an Hadits, sedangkan untuk mata pelajaran lainnya akan dijadwalkan kemudian. Adapun inti dari pelaksanaan bimtek ini, kami diberikan pemahaman bahwa sebenarnya tujuan dari kurikulum adalah untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik, agar nantinya mereka mampu mengekspresikan pemahaman agamanya dalam kehidupan bersama yang multikultural, multietnis, multipaham keagamaan, kehidupan secara bertanggungjawab, toleran dan moderat, sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai dasar Pancasila dan UUD 1945,” terang Darma.

“Lebih khusus lagi terkait dengan mata pelajaran Qur’an Hadits, para pendidik lebih diarahkan untuk memahami karakteristik dan kedalaman kompetensi dasar (KD), khususnya dalam menentukan KD esensial yang akan diajarkan  pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Sehingganya dibutuhkan inovasi dan kreativitas lagi bagi pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajarannya, untuk menghindari timbulnya rasa bosan dalam diri peserta didik,” pungkas Darma. (Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan