Pekan Kedua Belajar Daring, Siswa MAN 1 Kabgor Rindu Madrasah

...

Salah seorang peserta didik MAN 1 Kab. Gorontalo Renaldi yang sementara mengerjakan tugas secara daring di rumahnya

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) – Adanya anjuran pemerintah terkait pelaksanaan proses belajar mengajar yang dilakukan secara daring, menumbuhkan kerinduan bagi peserta didik untuk belajar di madrasah secara langsung. Kejenuhan yang timbul saat belajar mandiri di rumah menjadi alasan utama mereka merindukan madrasah.

Demikian ungkap salah seorang peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo Sunandar Ahmad saat dikonfirmasi awak humas via whatsapp pada Kamis (02/04/2020), perihal kegiatan belajar dari rumah yang mereka jalani sekarang ini.

Sunandar juga mengungkapkan, home schooling yang sudah memasuki pekan ke-2 tersebut ada suka dukanya tersendiri. Aktivitas yang biasa dilakukan secara bersama baik mengerjakan tugas dan bermain dengan teman-teman, sekarang seakan terhalang karena harus mengikuti anjuran untuk melakukan social distancing guna mencegah meluasnya penyebaran wabah Covid-19.

“Pembelajaran seperti ini bagi saya ada positif dan negatifnya, apalagi bagi peserta didik yang tidak suka keributan saat belajar. Kita bisa lebih rileks mengerjakan tugas yang diberikan tanpa harus duduk rapi didalam kelas. Mencari tugas pun langsung bisa diakses secara online, sehingga kita semakin terbantu. Akan tetapi, sulitnya jika ada yang kurang dipahami kita masih butuh penjelasan langsung dari guru mata pelajaran, karena kurang efektif jika hanya lewat video conference” ungkap Sunandar yang juga sebagai ketua kelas XI IPS 2.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Kelas XI IPA 1 Renaldi Biga, menurutnya walaupun motode home schooling memberikan banyak kemudahan dalam hal proses belajar mengajar, namun tetap ada juga hambatan yang ditemui dalam proses pembelajaran di rumah. Hambatan yang dimaksud adalah selain ada yang tidak memiliki perangkat berupa laptop maupun android, adapun yang terhambat dengan kualitas jaringan internet, dan hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kefektifan kegiatan belajar mengajara secara online.

“Ada beberapa teman-teman yang terkendala dengan fasilitas untuk belajar daring, dan ini membuat proses belajar pun kurang efektif.  Ditambah lagi dengan penguasaan IT yang belum terlalu mahir oleh beberapa teman lainnya. Inilah yang membuat kami lebih suka untuk belajar secara langsung di madrasah, selain merindukan kebersamaan dalam mengerjakan tugas, semua ilmu yang diberikan juga dapat diterima secara merata oleh setiap peserta didik,” tutur Renaldi.

“Olehnya kami berharap, situasi sekarang ini segera berakhir, dan aktivitas belajar mengajar di madrasah dapat kembali seperti sedia kala,” pungkasnya. (Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan