Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo Rommy Bau saat mengikuti mini conference terakhir dengan peserta e-training gizi dan kesehatan remaja.

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) – Setelah berjalan selama 2 bulan sejak bulan Agustus s.d Oktober 2020, akhirnya pada hari Sabtu (03/10/2020) Pelatihan Dalam Jaringan (Daring) atau E-training yang diselenggarakan Southeast Asian Minister of Educating Organization Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON) bekerjasama dengan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikbud RI dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) RI berakhir, ditandai dengan sesi mini conference bertema pesan kesan dan silaturahmi peserta via aplikasi zoom.

Untuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo sendiri diwakili Kepala Madrasah Rommy Bau dan 2 tenaga pendidiknya Yuli Ernawati dan Herlina Rahman.

Dikonfirmasi tim humas madrasah seusai mengikuti kegiatan tersebut, Rommy menuturkan, madrasah merupakan tempat dimana sebagian besar remaja berada dan menghabiskan waktunya. Untuk itu menurutnya, madrasah seharusnya dapat mengedukasi peserta didik dalam hal penerapan empat pilar gizi seimbang, yaitu keanekaragaman pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik, serta mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

lebih lanjut Rommy mengatakan, dengan tambahan ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari E-training, maka dirinya beserta kedua guru lainnya akan mensosialisasikannya kepada seluruh warga madrasah, sehingga edukasi terkait empat pilar gizi seimbang dapat diterapkan pula kepada seluruh civitas.

“Selain untuk belajar, madrasah saat ini diyakini sebagai wahana para remaja untuk bersosialisasi dan mempraktikan hal-hal baik dalam kehidupannya sehari-hari. Olehnya hasil pelatihan ini akan kami terapkan di madrasah. Sehingganya saya berharap pula hal ini dapat bersinergi dengan program-program yang ada di madarsah, khususnya yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan dalam kegiatan belajar dan mengajar,” tutur Rommy.

Diakhir penyampaiannya, Rommy juga berharap kedepannya penerapan empat pilar gizi seimbang tersebut dapat meningkatkan gizi dan kesehatan peserta didiknya, serta sebagai upaya pencegahan stunting, penguatan kantin sehat sekolah, kerjasama lintas sektor dalam promosi gizi berbasis sekolah, hingga pengenalan rencana ajar serta implementasi rencana ajar dan langkah-langkah pengembangan rencana ajar edukasi gizi yang menarik dan inovatif di madrasah yang dipimpinnya itu. (Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan