...
Kepala Madrasah Rommy Bau saat menjelaskan progress madrasah riset dan madrasah berketerampilan kepada civitas MAN 1 Kab. Gorontalo.

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) – Dikenal dengan tiga program unggulannya, yakni Tahfidz Qur’an, Keterampilan IT, dan Keterampilan Menjahit, kini memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) kembali bersiap menjadi Madrasah Riset.

Hal itu diungkapkan Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo Rommy Bau pada rapat akhir tahun ajaran 2019/2020 yang dilaksanakan di Taman Literasi Al-Ghazali, Senin (29/06/2020).

Pada rapat itu juga, Rommy Bau juga mengungkapkan bahwa informasi tersebut diperolehnya dari Kepala Seksi (Kasie) Kurikulum dan Kesiswaan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo yang menyampaikan kepadanya bahwa selain sebagai madrasah berketerampilan, Kanwil telah mengusulkan MAN 1 Kab. Gorontalo ke Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI untuk menjadi madrasah riset.

“Lolosnya MAN 1 Kab. Gorontalo pada ajang Young Researchers Super Camp (MYRES) tingkat Nasional tahun 2019 yang lalu, menjadi tolok ukur ditunjuknya MAN 1 Kab. Gorontalo sebagai madrasah riset, karena output yang diharapkan adalah mampu bersaing di kompetisi karya ilmiah atau berpartisipasi pada riset-riset lainnya. Oleh karena itu, Kasie berharap setiap madrasah yang sudah ditunjuk dapat menyiapkan segala keperluannya, sembari menunggu keluarnya surat keputusan (SK),” ungkap Rommy.

Lebih lanjut Rommy menambahkan, potensi pembina dan peserta didik MAN 1 Kab. Gorontalo di bidang riset cukup besar. Sehingga ditunjuknya madrasah yang dipimpinnya itu harus dapat dijadikan motivasi untuk terus mengembangkan kualitas madrasah dan menunjukkan ke masyarakat umum, khususnya dunia pendidikan akan keseriusan madrasah dalam menyiapkan peserta didik yang cinta akan penelitian maupun riset-riset ilmiah.

“Alhamdulillah dari prestasi madrasah dalam lomba karya tulis ilmiah pada beberapa tahun kemarin, kita  mendapatkan apresiasi penuh dari Kanwil Kemenag Gorontalo dengan ditunjuknya MAN 1 Kab. Gorontalo sebagai madrasah riset. Oleh sebab itu, ini harus kita seriusi lebih giat lagi, dengan harapan prestasi yang telah diperoleh lebih meningkat lagi,” tuturnya lagi.

“Selain itu juga, progress kita kedepan yakni membackup setiap lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) riset, khususnya yang ada di Gorontalo. Tujuannya adalah agar kemampuan peserta didik ini tidak terhenti saat mereka lulus, namun dapat terus dikembangkan walaupun sudah di Aliyah. Untuk itu, kita akan siapkan 3 (tiga) jurusan yang dikhususkan untuk program pengembangan madrasah riset dibawah binaan pembinanya sesuai dengan surat keputusan yang akan dikeluarkan oleh madrasah,” tambah Romy.

Dan akhirnya Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo itupun berharap, output MAN 1 Kabupaten Gorontalo yang nantinya akan dibekali keterampilan hidup yang mumpuni, dengan karakter nilai agama baik, serta memiliki pola pemikiran kritis dalam menghadapi sebuah permasalahan tersebut akan mampu menciptakan solusi untuk kelangsungan hidupnya setelah lulus nanti. (Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan