Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo Rommy Bau saat menyapa mahasiswa PLP 2 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara virtual.

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) – Sejak ditempatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo pada 7 September 2020, sebanyak 27 orang mahasiswa Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) 2 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) belum pernah berinteraksi langsung dengan kepala madrasah. Hal itu disebabkan penyerahan mahasiswa kepada masing-masing guru pamong hanya dilaksanakan via daring.

Untuk itu, Selasa (22/9/2020) Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo Rommy Bau menggelar pertemuan bersama para mahasiswa, juga secara virtual via zoom meeting. Pertemuan tersebut dilakukan untuk mengenal lebih dalam peserta PLP 2 yang ditempatkan di madrasah, sekaligus mendengarkan pendapat, tanggapan serta permasalahan yang ditemui mahasiswa sejak penempatannya di madrasah.

Dalam pertemuan virtual itu, kepada para mahasiswa, Rommy Bau menyentil tentang penggunaan dan pemanfaatan aplikasi e-learning sebagai platform pembelajaran yang digunakan selama masa pandemi di MAN 1 Kab. Gorontalo. Menurut Rommy para mahasiswa bisa mempelajari sekaligus menambah pengetahuannya atas penggunaan dan pemanfaatan aplikasi e-learning tersebut.

“Di madrasah ada yang namanya aplikasi e-learning. Ini kami gunakan sebagai platform pembelajaran selama pandemi covid-19 berlangsung, dan bisa kalian pelajari pula, sehingga referensi ilmu pengetahuan kalian lebih banyak  lagi dan bisa kalian gunakan saat menjadi guru di masa depan,” tutur Rommy.

Sementara itu, terkait dengan kondisi para mahasiswa yang juga sementara mengikuti KKN, Rommy meminta untuk terus melakukan koordinasi, agar terjalin komunikasi yang baik dengan guru pamong dan wakil kepala madrasah bidang kurikulum terkait jadwal pembelajarannya.

“Adanya mahasiswa PLP 2 ini, dapat dikatakan seperti simbiosis mutualisme (saling menguntungkan), melalui sumbangsih ide kreatif calon guru milenial diharapkan dapat memberikan solusi pembelajaran bagi madrasah. Sebaliknya, kalian juga diberikan kebebasan mengeksplore diri untuk mengembangkan kemampuan melalui konsultasi aktif dan koordinasi yang baik dengan guru pamong terkait administrasi dan proses pembelajaran, demi peningkatan mutu sebagai calon guru di masa depan,” ujar Rommy menutup penyampaiannya. (Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan