...
Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo Rommy Bau mengikuti Rakor Pokjawas dengan jajaran pimpinan Kantor Kementerian Agama Kab. Gorontalo di Aula Kankemenag.

KABGOR (kemenag.go.id) – Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gorontalo (Kabgor), Senin (6/07/2020) Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kab. Gorontalo  Rommy Bau memaparkan Dokumen 1 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Darurat pada MAN 1 Kab. Gorontalo mengawali kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama jajaran Pimpinan Kemenag Kab. Gorontalo dan Kelompok Kerja Pengawas.

Dikonfirmasi awak Humas usai kegiatan, Rommy mengatakan bahwa pada kegiatan Rakor tersebut, selain membahas prosedur pelaksanaan pembelajaran di era new normal, juga membahas persiapan kegiatan launching Standar Operasional Prosedur (SOP) yang didahului dengan pemaparan Dokumen 1 KTSP oleh seluruh kepala madrasah negeri se-Kabupaten Gorontalo.

Rommy juga menyampaikan, dokumen yang dipaparkannya memuat beberapa komponen, antara lain adalah pendahuluan yang memuat latar belakang penyusunan KTSP, struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan yang akan diterapkan di MAN 1 Kab. Gorontalo, serta lampiran dokumen pendukung lainnya.

“Isi dokumen yang saya paparkan merupakan hasil yang disusun oleh tim pengembang kurikulum. Tim ini terdiri dari kepala madrasah, beberapa pendidik, termasuk wakil kepala madrasah bidang kurikulum, komite madrasah dan stakeholders terkait. Nantinya, dokumen ini akan dijadikan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran untuk tahun ajaran baru,” jelas Rommy.

Menurut Rommy, hasil dokumen itu sudah melalui analisis secara mendalam dengan memperhatikan kondisi dan  potensi yang dimiliki madrasah serta hubungannya dengan peserta didik. Hal itu menurutnya dilakukan semata untuk meningkatkan mutu pendidikan di MAN 1 Kab. Gorontalo, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban madrasah kepada pemerintah, orangtua, dan masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan.

Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo itu berharap dengan semua hal itu, akan diperoleh peluang untuk dapat ditingkatkan pemanfaatannya, serta mengetahui bagaimana cara meminimalisir kelemahan, bahkan merubahnya menjadi kekuatan dan peluang bagi pencapaian visi misi madrasah. (Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan