Rommy Bau bersama kepala madrasah lainnya sementara mengikuti Bimtek Supervisi Kepala Madrasah dan Pengawas di aula MAN 1 Kab. Gorontalo.

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) –  Selain sebagai peserta dalam Bimtek Supervisi Kepala Madrasah dan Pengawas Wilayah Indonesia Timur dan Tengah yang digelar oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Kementerian Agama RI, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo juga disepakati menjadi titik lokasi untuk beberapa peserta terdekat.

Demikian ungkap Kepala Madrasah Rommy Bau saat dihubungi awak humas via whatssapp, Sabtu (10/10/2020) terkait pelaksanaan Bimtek Supervisi Kepala Madrasah dan Pengawas yang dibuka oleh Direktur KSKK H. Umar, dan dilaksanakan selama dua hari sejak tanggal 9 Oktober s.d 10 Oktober 2020 secara virtual via zoom di aula MAN 1 Kab. Gorontalo

“Khusus wilayah Kabupaten Gorontalo ada 10 titik lokasi yang sudah disepakati sebagai tempat pelaksanaan, dan salah satunya adalah di MAN 1 Kab. Gorontalo. Sehingganya, kepala-kepala madrasah negeri maupun swasta dari MI, MTs, dan MA terdekat ikut bergabung di sini,” terang Rommy.

Lebih lanjut Rommy juga menjelaskan, Bimtek Supervisi Kepala Madrasah dan Pengawas itu dilaksanakan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan KMA 183 dan 184 dipahami dan diterapkan oleh pendidik di madrasah. Sekaligus menekankan pentingnya peran kepala madrasah dalam mempertahankan kualitas pengajaran, agar tidak terhenti akibat pandemi yang berakibat pada melemahnya kualitas pendidikan satu generasi.

Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo itu menambahkan, melalui Bimtek tersebut, para kepala madrasah juga diberikan pemahaman tentang keberadaan KMA 183 yang menggantikan KMA 165, yang lebih diarahkan pada perbaikan substansi materi pembelajaran disesuaikan dengan perkembangan pembelajaran di abad 21.

“Dalam menjadikan madrasah yang hebat dan bermartabat, kepala madrasah memiliki peran penting, ia sebagai figur yang mengayomi, membimbing dan memotivasi warga madrasah khususnya para pendidik, dalam menciptakan generasi yang tidak hanya memiliki segudang prestasi, tapi berkakhlak dan berkarakter baik sebagaimana ciri khas dari warga madrasah,” ujar Rommy lebih lanjut.

“Untuk itu, berdasarkan arahan yang diterima dari masing-masing pemateri, ini menjadi bekal untuk memperbaiki metode dan system pembelajaran yang sesuai dengan amanah KMA 183 dan 184, serta mengoptimalkan pemanfaatan e-learning pada kegiatan pembelajaran di madrasah sekalipun pandemi berakhir, serta mendampingi pendidik, utamanya dalam memberikan pemahaman bahwa konsekuensi belajar dari rumah yang memegang kendali penuh adalah pendidik. Hal ini dilakukan agar proses pengajaran tidak terhenti yang impactnya akan menghasilkan generasi yang lemah kualitasnya,” pungkas Rommy. (Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan