Tim Madrasah Riset MAN 1 Kab. Gorontalo saat melaksanakan rapat persiapan MYRES 2020.

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) – Salah satu ajang bergengsi yang digelar Kementerian Agama yakni Madrasah Young Researcher Camp (MYRES) 2020 sebentar lagi akan dimulai. Proses pendaftaran dan pengunggahan proposal pada kegiatan yang menghasilkan peneliti-peneliti muda dari setiap madrasah seluruh Indonesia termasuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) itu sudah dapat dilakukan pada tanggal 20 – 25 September 2020 mendatang.

Berbagai persiapan pun tengah dilakukan oleh MAN 1 Kab. Gorontalo di bawah Koordinator Program Munifah Buhungo, dengan melibatkan pendidik yang telah tergabung dalam tim madrasah riset dari setiap bidang, yakni bidang Matematika, Sains dan Pengembangan Teknologi (MST), Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH), maupun Ilmu Keagamaan Islam (IKI).

Dan hal itu dimulai dengan melakukan rapat tim riset yang berlangsung di lobi madrasah, Senin (31/08/2020) pekan lalu. Dalam kesempatan itu  Koordinator Program Munifah menegaskan, 6 (enam) tim yang akan berlomba diajang bergengsi tersebut, harus diberikan perhatian penuh terutama fasilitas yang mereka butuhkan. Begitu pula dengan ijin dispensasi dalam proses pembelajaran. Hal itu dilakukan agar peserta dapat berkonsentrasi penuh pada penyusunan proposalnya, mengingat waktu yang tersedia tinggal beberapa hari lagi.

“12 orang peserta didik kita yang tergabung dalam 6 tim kiranya menjadi perhatian bagi setiap pembimbing, khususnya ijin dispensasi pembelajaran agar konsentrasi mereka tidak buyar. Insya Allah prestasi Myres tahun 2019 lalu dapat kembali terulang, bahkan dengan hasil yang lebih baik lagi. Untuk itu, mari kita seriusi kegiatan ini dengan membantu sekaligus memfasilitasi peserta didik menghasilkan karya yang bermutu,” tegas Munifah.

Sementara itu, terkait dengan progress proposal yang kini tengah berjalan, dilaporkan salah satu pembimbing tim Myres Melvatria Karim bahwa dari 6 tim, masih ada 3 tim yang baru memulai penyusunan proposalnya, sementara tim lainnya untuk tahapan penyusunan bab 1 sampai bab 3 rata-rata progressnya sudah mencapai 55%.

“Keterlambatan beberapa tim dalam proses penyusunan proposal dikarenakan mereka merupakan peserta didik kelas X yang memang masih perlu dibimbing dari awal, tapi saat ini bimbingan online sudah berjalan dan penyusunan sementara dikerjakan. Sedangkan 3 tim lainnya terdiri dari anggota KIR OZAVA yang sudah memiliki bekal dasar penyusunan karya ilmiah, makanya progressnya juga cepat. Semoga saja, kesungguhan dan antusias mereka dapat berbuah hasil yang memuaskan,” pungkas Melva. (Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan