Guru BK MAN 1 Kab. Gorontalo saat mengikuti Webinar dan Sharing Nasional dengan Guru BK se-Indonesia

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) – Adaptabilitas karier peserta didik menuju gerbang perguruan tinggi dalam tatanan kehidupan normal baru, tidak lepas dari tugas dan tanggungjawab guru Bimbingan Konseling (BK). Seorang Guru BK memegang peranan penting untuk mengatasi kendala yang seringkali ditemui peserta didik saat memilih perguruan tinggi hingga menentukan jurusan yang sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.

Demikian ungkap guru BK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Ervina Mahmud saat ditemui awak humas di ruang dewan guru, Rabu (14/10/2020) usai mengikuti Webinar dan Sharing Nasional yang digelar Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan yang dibuka secara virtual oleh Wakil Rektor I Harton Malik itu, turut dihadiri Dosen, Guru Besar Bimbingan dan Konseling, Guru BK se-Indonesia dan juga Ketua MGBK Provinsi Gorontalo.

Lebih lanjut Ervina menerangkan, selama 2 (dua) hari kegiatan sejak tanggal 13 s.d 14 Oktober 2020, peserta diajak sharing mengenai kendala yang ditemui, terutama dalam mengawal karier peserta didik khususnya memilih jurusan dan perguruan tinggi yang diinginkan. Menurutnya, faktor ekonomi serta kurangnya informasi dan pengetahuan tentang jurusan adalah salah satu terhambatnya kelanjutan kuliah peserta didik.

“Dalam kegiatan tersebut, saya menyampaikan bahwa saat memilih kampus dan jurusan, peserta didik banyak yang hanya ikut-ikutan atau menjaga gengsi saja, tanpa mempertimbangkan kemampuan ekonomi orang tua atau pun bakat yang ada dalam diri. Nah, tugas guru BK harusnya bisa membantu memberikan informasi yang jelas dan tepat sesuai kemampuan peserta didik itu sendiri. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi terjadinya pindah jurusan dipertengahan semester atau bahkan kuliahnya terhenti,” terang Ervina.

“Demikian halnya dengan peserta didik yang mengalami keterbatasan ekonomi dalam melanjutkan pendidikan, kita bisa membantu mencarikan informasi terkait beasiswa dari berbagai lembaga pendidikan. Selain itu, kita juga bisa memberikan motivasi dan membangkitkan semangat dari peserta didik untuk bisa menjadi generasi yang produktif dengan karier alternatif, dan kemampuan life skill yang mumpuni, agar mampu berdiri tegak dibalik kerasnya persaingan yang ada,” pungkasnya. (vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan