MAN 1 KABUPATEN GORONTALO

MAN 1 KABUPATEN GORONTALO

Ikut Pembinaan dari Plt KanKemenag Kabgor, Begini Tanggapan Rommy Bau!

Foto bersama Plt Kakankemenag Kabupaten Gorontalo usai pembinaan pegawai dilingkungan MAN 1 Kabgor

MARISAPA (man1kabgorontalo.sch.id) – Kepala Madrasah Rommy Bau mendampingi Pelaksana tugas (Plt) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Gorontalo H Yudin Moonti berikan pembinaan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kab. Gorontalo bertempat di Ruang Dewan Guru, Senin (10/6/2024).

Pembinaan dilaksanakan untuk membangkitkan spirit aparatur negara dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik secara profesional agar dapat menciptakan generasi yang terampil dan mampu bersaing dari segi intelektual, keterampilan serta akhlak yang mulia.

Menggaungkan Moderasi Beragama dikalangan peserta didik juga menjadi penekanan dari Plt Kakankemenag. Mengingat kondisi psikis dan tingkat pemahaman usia remaja masih sangat rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan. Oleh karena itu, penguatan moderasi beragama juga dapat diselipkan dalam setiap materi pembelajaran di kelas maupun pada kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler.

Demikian disampaikan Rommy Bau kepada awak humas seusai kegiatan pembinaan pegawai dilingkungan MAN 1 Kab. Gorontalo.

”Pembinaan ini sebagai upaya menambah semangat madrasah agar terus meningkatkan kualitas kerja seorang abdi negara baik itu ASN maupun non ASN. Menjalin hubungan baik antar sesama serta saling berkolaborasi, berkoordinasi dengan pimpinan untuk mewujudkan visi misi madrasah merupakan pesan-pesan yang disampaikan Plt Kakankemenag,” kata Rommy

”Selanjutnya, seiring dengan perkembangan zaman yang kian sulit dibendung memerlukan pondasi kokoh buat generasi kita. Masa depan anak-anak tanggungjawab bersama terlebih kita dibidang pendidikan, usia mereka masih rentan dengan pengaruh lingkungan sehingga disini peran kita sebagai pendidik pun bertambah. Apalagi persoalan fanatisme dengan ajaran agama sehingga timbul rasa mendeskriminasi agama atau suku lain. Disini tugas kita menanamkan nilai-nilai perilaku yang moderat, toleran dengan perbedaan yang ada dengan mengajarkan serta mengimplementasikan nilai-nilai dalam moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari minimalnya pada setiap aktivitas pembelajaran di kelas,” tandasnya. (Yhen-Vhany)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *