Hadapi Ujian Nasional, Civitas MAN 1 Kabgor Gelar Doa dan Zikir

...Suasana doa dan zikir akbar orang tua peserta didik dan civitas akademika MAN 1 Kab. Gorontalo

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) – Menjelang Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK), Ujian Madrasah Berbasis Komputer (UMBK) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), peserta didik kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) bersama orangtua. Tenaga pendidik dan kependidikan menggelar doa serta zikir akbar di aula madrasah, Jum’at (28/02/2020).

Zikir akbar yang telah menjadi agenda rutin setiap tahun, khususnya menjelang UN dan mengakhiri masa belajar tersebut, kali ini menghadirkan ustadz Wahyudin Muhammad (Qori Nasional) dan ustadz Luki Husain untuk memimpin doa dan zikir yang ditujukan demi keberhasilan serta kesiapan mental peserta didik kelas XII MAN 1 Kab. Gorontalo.

Mengawali kegiatan, dalam sambutannya Kepala Madrasah Rommy Bau mengatakan, dirinya baik selaku pribadi maupun pimpinan madrasah sangat mengapresiasi kegiatan itu, dikarenakan tujuan utamanya adalah untuk memperkokoh komitmen pendekatan diri kepada sang Khaliq menjelang pelaksanaan ujian-ujian yang akan diikuti peserta didiknya.

“Kegiatan ini sangat baik bagi kita semua, demi suksesnya ujian nanti. Mari sama-sama kita mempersiapkan diri secara lahir dan bathin dengan berserah diri mengharap petunjuk dan kekuatan Allah SWT. Utamanya adik-adik kelas XII, agar diberikan kemudahan dalam mengikuti ujian nasional,” tutur Rommy.

“Selain itu, moment dzikir bersama ini pula dapat kita gunakan untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan dan kejernihan pikiran, khususnya kepada peserta ujian dapat terus meningkatkan semangat belajarnya, seperti halnya tema dzikir kita kali ini yakni ‘Melalui Dzikir, Mari Kita Tingkatkan Semangat Belajar & Nilai-Nilai Spiritual Demi Mewujudkan Gorontalo Sebagai Madinatul Ilmi’,” tambah Rommy lagi.

Sementara terkait dengan UMBK & UAMBN-BK yang akan dilaksanakan pada bulan Maret ini, Rommy mengingatkan kepada peserta didiknya untuk tidak perlu takut dan bahkan harus meyakinkan diri untuk siap menghadapinya. Terlebih berbagai usaha meliputi perbaikan sistem dan metode pembelajaran, strategi menjawab soal-soal, try out dan pra ujian nasional telah dilakukan para pendidik.

“Jangan takut, jika berbagai usaha telah dilakukan baik oleh para guru dan juga kalian sebagai peserta didik, maka sekarang yang dibutuhkan tinggalah doa untuk menyempurnakannya. Olehnya bermohonlah kepada Allah SWT dengan tulus, Insya Allah berkahnya dapat kita rasakan bersama nantinya,” pungkas Rommy. (Kom-Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan