Limboto (man1kabgorontalo.sch.id) — Memasuki hari kedua, tiga guru MAN 1 Kabupaten Gorontalo mengikuti praktik pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dalam Workshop Penyusunan Multimedia Pembelajaran Interaktif, di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo. Jumat (2/10/2026).
Ketiga guru tersebut ialah Fatmawati Buyu, Yeyen Thalib, dan Laili Masithoh Hamdiyah. Mereka mengikuti rangkaian workshop selama dua hari, Kamis–Jumat (1–2 Oktober 2026), dengan materi yang mengarah pada pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran digital.
Selama kegiatan, peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga melakukan praktik menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran digital. Peserta mengeksplorasi cara mengolah materi pelajaran menjadi media yang lebih interaktif, sehingga teknologi dapat digunakan untuk mendukung keterlibatan murid dalam proses pembelajaran.
Salah satu bagian yang menarik dalam kegiatan tersebut adalah pengembangan gim pembelajaran (educational game). Peserta mempraktikkan cara mengemas materi pelajaran menjadi permainan edukatif yang tetap memiliki tujuan pembelajaran, tantangan, interaksi, dan umpan balik.
Dalam proses pengembangannya, peserta memanfaatkan berbagai teknologi Artificial Intelligence (AI), di antaranya ChatGPT, Gemini AI, Claude AI, dan Antigravity. Selain itu, peserta juga mengeksplorasi sejumlah aplikasi dan platform yang dapat digunakan untuk mengembangkan gim edukasi.
Pemanfaatan AI dalam workshop ini menjadi bagian dari pengembangan praktik yang sudah dikenal dan digunakan guru dalam berbagai kegiatan sebelumnya. Fokusnya diarahkan pada bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih spesifik untuk merancang dan menghasilkan multimedia pembelajaran serta gim edukasi.
Salah satu peserta, Yeyen Thalib, mengungkapkan bahwa bagian yang menarik dari workshop adalah praktik mengembangkan media pembelajaran dengan memadukan berbagai teknologi.
“Menariknya, dalam workshop ini kami tidak hanya memanfaatkan AI sebagai alat bantu. Kami juga belajar mengarahkannya untuk mengembangkan media dan gim pembelajaran. Hasilnya dapat kami sesuaikan dengan materi serta tujuan pembelajaran,” ujar Yeyen saat ditemui Humas MAN 1 Kabgor
Melalui rangkaian kegiatan selama dua hari, ketiga guru memperoleh tambahan pengalaman dalam mengembangkan media pembelajaran digital. Materi dan praktik yang diperoleh selanjutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di MAN 1 Kabupaten Gorontalo.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya pilihan media yang digunakan guru dalam pembelajaran, sekaligus mendorong hadirnya aktivitas belajar yang lebih interaktif dan melibatkan murid secara aktif. (Yeyen/Yuli)

