Limboto (man1kabgorontalo.sch.id) — Semangat murid Program Unggulan (Progul) Tahfidz MAN 1 Kabupaten Gorontalo untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an terus dibangun. Salah satunya melalui Training Al-Qur’an bertema “Melesat Bersama Al-Qur’an” yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 1–2 Oktober 2026.
Bertempat di Aula Workshop Keterampilan Terpadu MAN 1 Kabgor, training ini diikuti seluruh murid yang tergabung dalam Progul Tahfidz. Kepala MAN 1 Kabupaten Gorontalo, Marci A. Karim, hadir bersama Pembina dan Koordinator Progul Tahfidz sekaligus membuka langsung kegiatan tersebut.
Training menghadirkan dua narasumber spesial. Ustzh. Nurain Payuyu membawakan materi “Hafizh Mindset”, sedangkan Ustzh. Fatrawati Ismail memberikan materi “Seni Tilawah”.
Pemilihan kedua materi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan murid Progul Tahfidz. Selain meningkatkan hafalan, madrasah ingin memperkuat kemampuan murid dalam membaca Al-Qur’an melalui tilawah. Di sisi lain, murid juga perlu memiliki pola pikir yang tepat agar proses menghafal tidak hanya berorientasi pada jumlah hafalan, tetapi juga pada konsistensi dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Koordinator Progul Tahfidz MAN 1 Kabgor, Nurtina Harun, menjelaskan bahwa kemampuan tilawah menjadi salah satu hal yang ingin terus dikembangkan melalui kegiatan tersebut.
“Kami ingin kemampuan anak-anak dalam tilawah semakin berkembang. Di madrasah masih perlu lebih banyak murid yang mampu bertilawah dengan baik. Karena itu, kami menghadirkan materi Seni Tilawah sekaligus Hafizh Mindset agar mereka semakin percaya diri membaca Al-Qur’an dan memiliki cara pandang yang lebih baik dalam menjalani proses menghafal,” jelas Nurtina.
Sementara itu, saat membuka kegiatan, Kepala MAN 1 Kabgor, Marci A. Karim, mengajak seluruh peserta mengikuti training dengan sungguh-sungguh. Ia berharap kesempatan belajar bersama narasumber dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan murid terhadap Al-Qur’an.
“Ikuti kegiatan ini dengan baik dan manfaatkan kesempatan untuk belajar. Semoga setelah mengikuti training ini, kemampuan membaca, menghafal, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an semakin tumbuh dalam diri anak-anak,” ujar Marci.
Selama dua hari, murid mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada hafalan. Materi Hafizh Mindset memberikan penguatan dari sisi pola pikir dan motivasi, sedangkan Seni Tilawah menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan indah.
Melalui Training Al-Qur’an “Melesat Bersama Al-Qur’an”, Progul Tahfidz MAN 1 Kabgor terus memberikan ruang bagi murid untuk bertumbuh bersama Al-Qur’an. Harapannya, semakin banyak murid yang memiliki hafalan, kemampuan tilawah, serta kecintaan untuk menjadikan Al-Qur’an bagian dari kehidupan sehari-hari. (Yuli)


