man 1 kabupaten gorontalo

MAN 1 Kabgor Jalani Monitoring dan Sertifikasi SAPA Sekolah

Limboto (man1kabgorontalo.sch.id) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo menerima kunjungan Tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Gorontalo dalam rangka Monitoring dan Sertifikasi Program Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan (SAPA Sekolah), Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Program SAPA Sekolah. Berdasarkan surat BBPOM di Gorontalo, monitoring dan sertifikasi bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap peran aktif kader keamanan pangan sekolah serta implementasi program secara mandiri di masing-masing sekolah/madrasah sasaran.

Kepala madrasah, Marci A. Karim bersama para Kader Keamanan Pangan menyambut Tim Monev BBPOM di ruang kerjanya pada pukul 10.00 WITA. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses memastikan pemenuhan berbagai dokumen penilaian yang menjadi indikator dalam monitoring dan sertifikasi Program SAPA Sekolah.

Melalui kegiatan monitoring ini, MAN 1 Kabupaten Gorontalo menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keamanan pangan di lingkungan madrasah. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada pemahaman peserta didik, tetapi juga mendorong keterlibatan warga madrasah dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang murid.

Program SAPA Sekolah menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran warga madrasah terhadap pentingnya memilih, mengolah, menyediakan, dan mengonsumsi pangan yang aman. Kehadiran kader keamanan pangan diharapkan dapat menjadi penggerak dalam menyebarluaskan edukasi serta memastikan praktik keamanan pangan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Kepala Madrasah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring dan sertifikasi oleh Tim BBPOM di Gorontalo. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan evaluasi sekaligus penguatan bagi madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program SAPA Sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan pendampingan dari BBPOM. Monitoring ini menjadi momentum bagi kami untuk melihat sejauh mana program keamanan pangan telah diterapkan di madrasah sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk terus melakukan perbaikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Marci menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman bagi peserta didik.

“Kami ingin budaya keamanan pangan ini tidak berhenti pada kegiatan atau program saja, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan seluruh warga madrasah. Mulai dari memilih makanan yang aman, menjaga kebersihan, hingga memastikan jajanan yang dikonsumsi peserta didik memenuhi prinsip keamanan pangan,” tambahnya.

Dengan adanya monitoring dan sertifikasi tersebut, MAN 1 Kabupaten Gorontalo berkomitmen untuk terus membangun budaya keamanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan madrasah yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga madrasah. (Vany)