man 1 kabupaten gorontalo

Guru MAN 1 Kabupaten Gorontalo Dalami Penyusunan Proyek Aksi Nyata Berbasis Cinta dan Karakter

LIMBOTO (man1kabgorontalo.sch.id) – Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo terus berkomitmen meningkatkan kompetensi pendidik dalam mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengutus salah satu guru, Sri Windi Akuba, untuk mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Guru yang diselenggarakan oleh Tim Pengembang Kurikulum Madrasah (TPKM) Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo.

Workshop yang mengusung tema “Merancang Proyek Aksi Nyata Berbasis Cinta dan Karakter” ini berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Juli 2026, di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan madrasah negeri se-Provinsi Gorontalo.

Melalui workshop ini, para peserta dibekali pemahaman dan keterampilan dalam menyusun proyek aksi nyata yang mengintegrasikan nilai-nilai cinta, kepedulian, serta penguatan karakter ke dalam proses pembelajaran. Selain itu, peserta juga didorong untuk merancang pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan berpusat pada murid sesuai arah kebijakan Kementerian Agama.

Kepala MAN 1 Kabupaten Gorontalo, Marci A. Karim, menyampaikan bahwa keikutsertaan Sri Windi Akuba merupakan bagian dari upaya madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan kompetensi guru.

“Kami berharap hasil workshop ini dapat diimplementasikan di lingkungan MAN 1 Kabupaten Gorontalo serta dibagikan kepada guru-guru lainnya. Dengan demikian, praktik pembelajaran yang berbasis cinta dan karakter dapat semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter murid,” ujar Marci.

Keikutsertaan Sri Windi Akuba diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam penyusunan proyek aksi nyata yang relevan dengan kebutuhan murid dan lingkungan madrasah. Hal ini sejalan dengan komitmen MAN 1 Kabupaten Gorontalo dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, kepedulian, dan kasih sayang dalam setiap proses pembelajaran. (Yuli)