Limboto (man1kabgorontalo.sch.id) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo menetapkan 182 siswa kelas XII lulus tahun ini. Pengumuman berlangsung di Masjid Fastabiqul Khairat. Seluruh siswa hadir dengan pakaian muslim, sederhana namun penuh makna. Senin, (04/05/2026).
Sejak awal kegiatan, nuansa haru terasa. Langkah kaki para siswa menuju masjid seolah membawa perjalanan panjang selama tiga tahun. Mereka tidak datang untuk euforia, tetapi untuk bersyukur. Doa-doa dipanjatkan. Wajah-wajah yang tegang perlahan berubah menjadi senyum dan rasa lega.
Madrasah merancang momen ini sebagai ruang refleksi. Kelulusan bukan hanya tentang angka dan nilai. Kelulusan adalah tentang proses, perjuangan, dan kedewasaan yang terbentuk. Di tempat yang sakral, para siswa diajak mengingat bahwa ilmu bukan sekadar untuk diri sendiri, tetapi untuk memberi manfaat.
Kepala madrasah, Marci A. Karim, menyampaikan pesan dengan penuh ketegasan sekaligus kehangatan. Ia mengingatkan bahwa langkah setelah kelulusan jauh lebih penting.
“Gunakan ilmu yang kalian dapat di masyarakat. Pulanglah dengan tertib. Jangan konvoi, jangan coret-coret, dan hindari hal negatif,” pesannya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua. Selama tiga tahun, mereka telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada madrasah.
“Terima kasih atas kepercayaan ini. Kami berharap anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang sukses dan bermanfaat,” ujarnya.
Di penghujung kegiatan, civitas madrasah menyampaikan permohonan maaf. Mereka menyadari perjalanan pendidikan tidak selalu sempurna. Namun, setiap proses menyimpan niat baik untuk membentuk karakter siswa.
Kelulusan hari itu tidak meninggalkan hiruk-pikuk jalanan. Tidak ada konvoi. Tidak ada coretan seragam. Para siswa memilih pulang dengan tenang. Mereka membawa sesuatu yang lebih berharga: kesadaran, rasa syukur, dan harapan.
Dari masjid itu, 182 langkah baru dimulai. Mereka melangkah keluar bukan hanya sebagai lulusan, tetapi sebagai generasi yang siap memberi arti di tengah masyarakat. Yuli.
