Limboto (man1kabgorontalo.sch.id)- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan literasi internasional. Madrasah ini menerima Sertifikat Partisipasi dari The Japan Foundation, Jakarta atas keikutsertaannya dalam Kompetisi Baca dan Ulas Novel Terjemahan Jepang “Kastel Terpencil di Dalam Cermin”.
Kompetisi tersebut berlangsung sejak September 2025 dan berakhir pada Februari 2026. Selama periode itu, siswa mengikuti seluruh tahapan kegiatan secara aktif dan terarah. Adapun sertifikat partisipasi secara resmi baru diterima oleh MAN 1 Kabupaten Gorontalo pada Maret 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi madrasah dalam program tersebut.
Panitia memulai kegiatan dengan pengiriman lembar persetujuan pada 15–25 September 2025. Selanjutnya, panitia mendistribusikan novel ke sekolah partisipan pada 1–6 Oktober 2025. Setelah itu, siswa menyusun dan mengirimkan ulasan sejak 6 Oktober hingga 14 Desember 2025. Kemudian, panitia mengumumkan sepuluh kandidat terpilih pada 2 Februari 2026 dan menetapkan pemenang pada 7 Februari 2026.
Selama proses tersebut, Pembimbing Riset MAN 1 Kabupaten Gorontalo berperan aktif dalam mendampingi peserta. Para pembimbing memberikan arahan dalam teknik membaca mendalam serta penulisan ulasan yang sistematis. Dengan demikian, siswa mampu menghasilkan karya yang kritis, reflektif, dan terstruktur.
Kepala Madrasah, Marci A. Karim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa dan guru pembimbing atas dedikasi yang telah mereka tunjukkan. Ia menegaskan bahwa partisipasi ini bukan sekadar mengikuti kompetisi, melainkan bagian dari strategi penguatan budaya literasi dan perluasan wawasan global.
“Kami bangga dengan semangat siswa dalam mengikuti kompetisi ini. Walaupun belum masuk sepuluh besar, mereka sudah menunjukkan usaha dan kerja keras yang luar biasa. Pengalaman ini tentu menjadi bekal yang baik untuk ke depan,” ujar Marci.
Melalui capaian ini, MAN 1 Kabupaten Gorontalo semakin menegaskan eksistensinya sebagai madrasah yang aktif, inovatif, dan berdaya saing. Ke depan, madrasah akan terus mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam berbagai program nasional maupun internasional guna memperkaya pengalaman akademik dan budaya. (Humas)