Pendidik MAN 1 Kabgor saat mengikuti kegiatan Pelatihan Guru Pamong Pengenalan Lingkungan Persekolahan yang digelar oleh Pusat Pengalaman Lapangan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

KABGOR (man1kabgorontalo.sch.id) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo utus 5 (lima) orang pendidiknya mengikuti Pelatihan Guru Pamong Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 yang digelar Pusat Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (02/09/2020) kemarin. Adapun Guru-guru yang mengikuti  pelatihan tersebut adalah pengampu mata pelajaran umum diantaranya mata pelajaran Sejarah diwakili oleh Yeyen Thalib, Kimia Munifah Buhungo, Bahasa Inggris Yunita Fransiska, Ekonomi Nurmiyati Husain, dan Bahasa Indonesia Fatmawati Buyu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Sidang Senat Kantor Rektorat UNG itu, turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Kepala Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjamin Mutu (LP3M) UNG, Kepala Pusat PPL, dan para Kepala Sekolah/Madrasah se-Kabupaten Gorontalo, serta guru pamong pada masing-masing sekolah/madrasah.

Dikonfirmasi tim humas terkait kegiatan tersebut, salah seorang guru MAN 1 Kab. Gorontalo Munifah menerangkan, sesuai penyampaian dari Kepala LP3M UNG, tujuan kegiatan adalah untuk menyamakan persepsi para pembimbing mahasiswa calon guru yang akan mengikuti PLP 2 yang akan ditempatkan di sekolah pada masa pandemi covid-19.

“Kegiatannya pelatihan bagi guru pamong ini dilakukan untuk menyatukan pemahaman bersama dalam proses pembimbingan mahasiswa PLP 2, dengan harapan agar output pembimbingan menghasilkan guru yang profesional dibidangnya, khususnya dalam bidang kompetensi pedagogi, profesional, sosial dan keterampilan walaupun dalam kondisi pandemi covid-19,” terang Munifah.

Munifah juga menyampaikan, terdapat perbedaan PLP pada tahun ini karena dalam suasana pandemi, sehingga pembimbingan dilakukan secara online dan sesekali saja tatap muka, menyesuaikan dengan kebijakan pembelajaran di madrasah juga.

“Selain membimbing tentang penyusunan perangkat pembelajaran tugas pokok guru lainnya, mahasiswa juga diharapkan dapat dibimbing untuk membuat media-media belajar yang kreatif dan inovatif, memahami proses penilaian hasil belajar peserta didik agar memperoleh pengalaman belajar dilingkungan kerja yang nyata,” pungkas Munifah. (Yheyen-Vhany/raya/R@ja)

Tinggalkan Balasan