Limboto (man1kabgorontalo.sch.id)- Sebanyak 25 murid kelas XII Program Unggulan (Progul) Tata Busana Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo mengikuti Seminar Ujian Akhir Karya dengan tema “Stained by Nature, Styled by Karawo”, Selasa (29/09/2026).
Seminar berlangsung di Aula Workshop Keterampilan Terpadu MAN 1 Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting bagi 25 murid yang telah mengikuti Progul Tata Busana sejak kelas X.
Selama tiga tahun, para murid menjalani proses pembelajaran dan praktik untuk mengembangkan keterampilan tata busana. Seminar akhir menjadi kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan hasil dari proses tersebut melalui karya yang telah dipersiapkan.
Tema “Stained by Nature, Styled by Karawo” menjadi konsep yang mengarahkan murid untuk mengolah inspirasi dari alam dan memadukannya dengan kekayaan budaya lokal, khususnya seni karawo. Melalui karya yang dipresentasikan, murid menunjukkan kreativitas sekaligus kemampuan mereka dalam menerapkan keterampilan yang telah dipelajari selama mengikuti program.
Dalam seminar tersebut, setiap murid mempresentasikan karya di hadapan penguji. Presentasi menjadi bagian dari proses untuk menjelaskan konsep serta proses pengerjaan karya yang telah mereka hasilkan.
Koordinator Progul Tata Busana, Maryam Usman, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi momen penting bagi 25 murid setelah menjalani proses pembelajaran sejak kelas X.
“Mereka sudah berproses sejak kelas X. Tiga tahun ini bukan waktu yang singkat. Seminar karya ini menjadi salah satu bentuk dari perjalanan mereka selama mengikuti Tata Busana, sekaligus kesempatan untuk menunjukkan apa yang sudah mereka pelajari dan kembangkan,” ujar Maryam.
Ia juga mengapresiasi kerja keras murid selama mengikuti rangkaian pembelajaran dan praktik. Menurutnya, proses tersebut tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga melatih ketekunan, kreativitas, tanggung jawab, dan keberanian murid dalam mempresentasikan hasil kerja.
“Kami berharap pengalaman selama tiga tahun di Progul Tata Busana dapat menjadi bekal bagi mereka, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan keterampilan di bidang tata busana. Yang terpenting, mereka belajar untuk berproses dan menghasilkan karya dengan kemampuan sendiri,” tambahnya.
Seminar menghadirkan Dr. Mursidah Waty, S.Pd., M.Sn. dan Agus Lahinta, S.T., M.Kom. sebagai penguji. Keduanya mengamati dan memberikan penilaian terhadap karya yang dipresentasikan oleh para murid.
Bagi 25 murid kelas XII tersebut, seminar menjadi salah satu tahapan yang menandai perjalanan panjang mereka dalam Progul Tata Busana. Dari pembelajaran dasar hingga menghasilkan karya akhir, proses tersebut menjadi pengalaman yang melengkapi perjalanan mereka selama tiga tahun di MAN 1 Kabupaten Gorontalo.
Melalui Progul Tata Busana, madrasah terus memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mengenal dan mengangkat potensi budaya lokal. Tema “Stained by Nature, Styled by Karawo” menjadi salah satu wujud upaya tersebut melalui perpaduan kreativitas busana dan kekayaan seni karawo. (Yuli)

