21 Siswa MAN 1 Kabgor Tembus Final ISRC 2026

Limboto (man1kabgorontalo.sch.id)-Sebanyak 21 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) berhasil menembus babak final Indonesian Student Research Competition (ISRC) 2026. Panitia akan menggelar babak final kompetisi riset tingkat nasional tersebut di Bandung pada 9–12 April 2026.

Keberhasilan ini menunjukkan konsistensi madrasah dalam membangun budaya riset dan mendorong siswa menghasilkan karya ilmiah yang kompetitif di tingkat nasional.

Adapun para finalis tersebut tersebar di tiga bidang lomba, yaitu:

Bidang Teknik dan Teknologi (BTT)
1. Kayla Adelia Kadir, Aini Rahma, Alya Ramadhany Gani, Nurul Anisah Ali
2. Marsya Amalia Eksan, Aisyahrani Rahman, Amirah Husniyah Sofhian, Filia Velani Daud
3. Afifah Sahira & Eka Cahyani Ayuba

Bidang Sains dan Aplikasinya (BSA)
1. Nur Cahya A & Aurah Alfatunnisa
2. Fadillah Shafira Mohamad & Trisyanti Amir

Bidang Humaniora dan Ilmu Sosial (BHIS)
1. Aisyah Malahika Azzahra & Naldi Njulu
2. Muh. Rezqy Farraz Dunggio & Fadillah Shafira Mohamad
3. Aura Dwi Anggraini Uno, Hijjah Amirah Munthe, Jihan Aghtianisyah Thalib

Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari proses panjang yang mereka jalani. Setiap tim mengikuti seleksi ketat dan melewati tahapan penilaian karya secara bertahap. Selama masa persiapan, para siswa aktif mengembangkan ide, menyusun proposal, serta melakukan revisi bersama guru pembimbing, Melvatria Karim dan Windi Akuba. Melalui pendampingan intensif tersebut, siswa mempertajam rumusan masalah, metodologi, dan analisis penelitian sesuai bidang masing-masing.

Sejalan dengan itu, Melvatria Karim menegaskan bahwa capaian ini lahir dari kerja keras dan komitmen yang kuat. “Capaian ini tidak diraih secara instan. Anak-anak telah melalui proses bimbingan, revisi, dan penyempurnaan proposal secara bertahap. Kami melihat kesungguhan mereka dalam menggali ide dan menyusunnya menjadi penelitian yang berkualitas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Windi Akuba menambahkan bahwa babak final akan menjadi ajang pembuktian kemampuan akademik sekaligus mental para siswa. “Pada tahap final, siswa tidak hanya membawa proposal, tetapi juga mempresentasikan dan mempertahankan hasil penelitian di depan dewan juri. Momen ini akan melatih kepercayaan diri dan kemampuan akademik mereka,” jelasnya.

Dengan demikian, pelaksanaan final di Bandung tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga pengalaman berharga bagi para siswa. Pada kegiatan tersebut nantinya, mereka akan mengikuti pameran karya ilmiah dan sesi presentasi penelitian di hadapan dewan juri.

Saat ini, para finalis terus mematangkan materi presentasi agar mampu menampilkan hasil riset secara maksimal dan mengharumkan nama madrasah di tingkat nasional. (Laura/Yuli).

Facebook
Twitter
WhatsApp