Limboto (man1kabgorontalo.sch.id) — Sebanyak 10 murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo yang tergabung dalam organisasi RAN dan PIK-R mengikuti technical meeting (TM) persiapan Program Pembinaan Edukator dan Literasi Antinarkoba melalui Gerakan Ananda Bersinar (PELITA Ananda Bersinar), Selasa (22/9/2026).
Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang BK MAN 1 Kabupaten Gorontalo, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Technical meeting ini menjadi bagian dari tahap persiapan sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan PELITA Ananda Bersinar yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gorontalo.
Dalam pertemuan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan dan arahan terkait persiapan kegiatan. Koordinasi ini bertujuan menyamakan pemahaman peserta mengenai rangkaian kegiatan, teknis pelaksanaan, kesiapan peserta, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama mengikuti program.
Guru BK sekaligus Pembina PIK-R MAN 1 Kabupaten Gorontalo, Rizki Kai, yang dalam kegiatan tersebut mewakili Pembina RAN, mengatakan technical meeting penting untuk memastikan kesiapan murid sebelum mengikuti rangkaian Program PELITA Ananda Bersinar.
“Technical meeting ini penting agar murid mendapatkan informasi yang jelas terkait persiapan dan pelaksanaan kegiatan PELITA. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik, memahami peran yang diberikan, serta nantinya mampu berkontribusi dalam edukasi antinarkoba di lingkungan madrasah,” ujar Rizki.
Program PELITA Ananda Bersinar menjadi salah satu upaya dalam memperkuat pembinaan edukator dan literasi antinarkoba di kalangan generasi muda. Melalui program ini, murid diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian dan kemampuan untuk menyampaikan pesan positif tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada teman sebaya.
Keterlibatan murid dari RAN dan PIK-R juga menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memberikan ruang kepada generasi muda untuk berperan aktif dalam kegiatan edukatif. Kedua organisasi tersebut dapat menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan kepedulian, komunikasi, serta kemampuan menyebarkan informasi positif di lingkungan madrasah.
Bagi MAN 1 Kabupaten Gorontalo, keikutsertaan dalam tahap persiapan PELITA Ananda Bersinar menjadi langkah awal untuk memastikan murid siap mengikuti seluruh rangkaian program. Madrasah terus mendorong keterlibatan murid dalam kegiatan yang mendukung pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan lingkungan pendidikan yang sehat.
Setelah mengikuti technical meeting, 10 murid MAN 1 Kabupaten Gorontalo diharapkan siap mengikuti rangkaian kegiatan PELITA Ananda Bersinar sesuai arahan dan ketentuan yang telah disampaikan. (Yuli)

